Sangat Unik

Sangat Unik, Kenali Tempoyak Lauk Yang Berbahan Dasar Durian

Sangat Unik, Kenali Tempoyak Lauk Yang Berbahan Dasar Durian Menjadi Makanan Khas Daerah Yang Sangat Nikmat Dan Banyak Di Minati. Tempoyak menjadi salah satu makanan khas nusantara yang belum banyak yang tahu. Dimana makanan ini menjadi makanan yang hanya dapat di temukan di Pulau Sumatera dan Kalimantan saja. Pastinya untuk kamu yang tinggal di sana udah nggak asing lagi dengan makanan sambal yang terbuat dari buah durian ini. Namun untuk kamu yang tinggal di Pulau Jawa pasti akan terkaget-kaget dengan jenis makanan sambal yang terbuat dari bahan dasar durian. Tentu kamu tidak membayangkan bagaimana cita rasa durian yang di jadikan sebagai makanan sambal.

Sumatra dan Kalimantan adalah daerah asal tempoyak. Makanan ini banyak di sajikan dengan berbagai cara untuk menikmatinya. Tempoyak dapat menjadi lauk, sambal, hingga bumbu masak yang di padukan dengan berbagai bahan masakan lainnya. Pastinya setelah membaca artikel ini kamu menjadi sangat penasaran dengan makanan yang Sangat Unik ini.

Serba Serbi Cara Menikmati Tempoyak Dari Berbagai Daerah

Sedangkan di daerah Sumatra Selatan, makanan ini sering di gunakan sebagai bumbu dengan campuran ayam yang di brengkes. Brengkes atau pepes ayam dengan bumbu tempoyak menjadi makanan yang banyak di gemari oleh masyarakat sekitar. Menghasilkan rasa asam pedas dengan ayam yang di pepes pastinya makanan ini sangat menggoda untuk di nikmati.

Di Bengkulu, tempoyak menjadi bahan bumbu yang di suguhkan dengan menambahkan udang untuk campurannya. Tekstur udang yang lembut di masak dengan tempoyak asam pedas akan sangat menjadi perpaduan yang klop di mulut. Tak hanya itu saja, di daerah Lampung dan Kalimantan makanan ini di gunakan sebagai pelengakap makanan yang di sajikan dalam bentuk sambal.

Sangat Unik, Intip Cara Pembuatan Tempoyak

Untuk membuat tempoyak, bahan dasar yang perlu kamu siapkan adalah buah durian. Durian menjadi buah yang akan kamu olah menjadi sebuah masakan. Kamu bisa menggunakan semua jenis durian yang ada namun di sarankan untuk tidak menggunakan durian monthong karena mengandung gas dan air yang cukup tinggi. Setelah memilih durian yang tepat, kamu bisa pisahkan daging buah dengan bijinya. Tambahkan sedikit garam dan cabai rawit lalu tutup di wadah dan diamkan selama kurang lebih 4 hingga 5 hari. Selama itu durian akan melakukan fermentasi yang akan menghasilkan cita rasa asam. Maka dari itu di tambahkan cabai agar menghasilkan cita rasa tempoyak yang pedas.

Setelah 4 hingga 5 hari durian akan selesai melakukan fermentasi. Adonan ini bisa kamu simpan di dalam kulkas agar bisa lebih lama untuk di nikmati. Tempoyak yang selesai proses fermentasi selama 3 hingga 5 hari cocok di jadikan sebagai sambal untuk menemani menu makan siangmu. Makanan ini akan lebih nikmat jika di sajikan dengan lalapan kol dan bahan makan lainnya seperti petai dan jengkol. Tempoyak yang sudah jadi agak lama akan cocok di jadikan sebagai bumbu masakan. Cita rasa asam pedas yang semakin kuat akan membuat masakan menjadi lebih nikmat.

Menelusuri Sejarah Tempoyak Yang Berasal Dari Melayu

Berasal dari bahan buah durian yang di fermentasi, makanan ini menjadi salah satu makanan yang banyak di sukai. Sejarah tempoyak berasal dari melayu dimana suku ini telah mengenal teknik fermentasi sejak zaman nenek moyang. Tempoyak dapat terjadi karena pada saat itu banyak sekali persediaan buah durian di daerah tersebut. Mereka mencari cara agar tetap bisa menikmati buah ini dengan jangka waktu yang lama. Maka dari itu mereka membuat olahan dari buah durian yang di ferementasi. Ternyata durian yang di simpan di dalam guji selama beberapa hari menghasilkan cita rasa yang nikmat. Maka dari itulah tercipta tempoyak yang di lestarikan turun temurun hingga pada saat ini.

Di Indonesia, suku melayu banyak yang tinggal dan menetap di daerah Sumatra. Maka tak heran jika makanan ini banyak di temukan di daerah Sumatra dan Kalimantan. Yang mana beberapa orang di Pulau Jawa tidak mengetahui makanan yang sangat unik. Tempoyak menjadi makanan yang hingga kini masih banyak di nikmati.